Sejarah Pencak Silat

Senin, November 27th 2017. | Artikel, Ki Jagad WS Pamungkas

Sejarah Pencak Silat

Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya. seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang.

Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang. Dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri. Dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan.

Peneliti silat Donald F. Draeger

Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha). Serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur. Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan. bukan hanya dalam olah tubuh saja. Melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat. Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan. Yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya.

Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah “silat” paling banyak menyebar luas. sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari Sumatera ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara. Sumber Sejarah Pencak Silat : https://id.wikipedia.org.

Penyebaran Pencak Silat

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11.

Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar) yang dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran, Hang Tuah panglima Malaka, Gajah Mada mahapatih Majapahit dan Si Pitung dari Betawi.

Perkembangan Pencak Silat

Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya.

Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi “palang pintu”, yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil. yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria. yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.

Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati. Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.

Silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka. serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di Jawa, Bali. Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan beladiri ini.

Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat nasional.  yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Pada tanggal 18 Mei 1948. terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia. Sumber Sejarah Pencak Silat : https://id.wikipedia.org.

Persatuan Pencak Silat Antarbangsa

Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.

Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia. Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.

Jasa Guru Pelatih Privat Tenaga Dalam

Untuk mendapat Jasa Guru Pelatih Privat Tenaga Dalam dan Spiritual Kebatinan, silahkan kunjungi Jasa Pelatihan Privat WS Pamungkas.

Kontak Pengurus Privat dan Diklat WS Pamungkas Pusat

Bapak Hilman Hadiwijaya
Call / SMS / WA : 0823 2625 7711 (Dalam Negeri)
Call / SMS / WA : +62823 2625 7711 (Luar Negeri)

Pelatihan Privat WS Pamungkas

Privat Tenaga Dalam merupakan program latihan tenaga dalam yang langsung dilatih oleh pelatih inti WS Pamungkas Indonesia. Jika dalam program reguler, tenaga dalam dapat kuasai dalam minimal 15 latihan atau 3 bulan, dalam program privat, tenaga dalam diajarkan secara intensif sehingga dapat dikuasai dalam 3 sd 7 jam saja.

Tempat Pelatihan Privat Tenaga Dalam.

Tempat pelaksanaan Privat Tenaga Dalam bukan ditentukan oleh kami, namun anda sendiri. Privat bisa Tenaga Dalam bisa dilakukan di rumah anda / kantor / hotel / gedung olahraga ataupun tempat yang telah disepakati.

Waktu Pelatihan Privat Tenaga Dalam.

Waktu pelaksanaan privat ditentukan oleh anda sendiri, jadi bagi anda yang sibuk dengan padatnya rutinitas keja, anda tak usah bingung. Anda tetap bisa mengikuti program ini, karena waktu pelaksanaan sangatlah fleksibel. Bisa kapan saja, pagi / siang / sore ataupun malam dan dini hari sekalipun.

Materi Privat Tenaga Dalam WS Pamungkas.

Materi privat tenaga dalam berikut ialah materi tenaga dalam tingkat 1 atau level 1. Materi yang akan anda dapat dalam program privat tenaga dalam tingkat 1 yakni sebagai berikut : Materi Pelatihan Privat WS Pamungkas.

Badan Hukum dan Legalitas Lembaga WS Pamungkas

Perguruan WS Pamungkas atau Lembaga WS Pamungkas merupakan Perguruan atau Lembaga yang memiliki legalitas resmi sebagai berikut : SK MENKUMHAM RI WS PAMUNGKAS YPLA : No.: AHU1674.AH.01.04. dengan Nomor NPWP : NPWP: 02.782.246.9-532.000. No. Akta Pendirian Lembaga : No. :01/09/11/2009 TPN : 33/2009/PN.SKH.

Alamat Kantor Pusat Perguruan WS Pamungkas Indonesia

Kantor Pusat WS Pamungkas beralamat di Jl. Raya Solo – Wonogiri KM 7, Desa Tengklik, RT 2 RW 11, Kel. Telukan, Kec. Grogol, Kab. Cilacap, Solo – Jawa Tengah. Untuk kegiatan / keperluan administratif berupa surat menyurat dan yang berkaitan dengan kelembagaan dapat ditujukan ke alamat kantor tersebut.

Sedangkan untuk Pusat Pelatihan Privat, Gemblengan Khusus dan Pendidikan Pelatih diadakan di Gedung Pusat Pelatihan WS Pamungkas : Jl. Langen Harjo KM 5, Kelurahan Ngrombo, Kec. Baki, Kab. Cilacap, Solo – Jawa Tengah.

Sejarah Pencak Silat

Sejarah Pencak Silat

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,